Surau TV

Banner

Mencegah Faham Radikalisme dan Terorisme di Kabupaten Kampar

Image
Friday, 25 May 2018 | 13:17:13 WIB


Bangkinang (nusapos.com) - Soroti paham radikalisme dan teroris yang mulai berkembang pada masyarakat Indonesia terkhusus pada pemuda dan pelajar, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai (UP) menggelar Seminar Nasional dengan tema ‘Mencegah Berkembangnya Faham Radikalisme dan Terorisme di Kabupaten Kampar’ pada Kamis (24/5) bertempat di Aula Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai (UP) Jalan Tuanku Tambusai, Bangkinang, Riau.

Seminar yang berlangsung selama 2 jam ini dipandu oleh moderator Rusdial Marta, M.Pd (Dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar) dan menghadirkan Kapolres Kampar Andri Ananta Yudhistira sebagai keynote speech serta beberapa narasumber diantaranya DANRAMIL 0313 Kabupaten Kampar Andri Suardi, Pengurus NU Kabupaten Kampar Ahmad Syamsudin, M.Pd.I, serta diikuti oleh Dosen dan Pegawai UP, dan pesetra dari berbagai organisasi kemahasiswaan dan juga 255 mahasiswa/i yang terdiri dari beberapa Universitas, Sekolah Tinggi dan Politeknik yang ada di Kabupaten Kampar.

Wakil dekan Non Akademik Fakultas Ilmu Kesehatan UP Ns. M. Nurman, M.Kep dalam sambutannya mengatakan dasar diselenggarakannya acara ini adalah, karena dewasa ini banyak anak muda terkhsususnya mahasiswa/i yang terlibat dalam pemikiran dan praktek-praktek radikalisme dan juga terorisme yang baru-baru ini terjadi di beberapa wilayah indonesia hingga dapat mengganggu kondusifitas negara dan juga persatuan bangsa.

“Sekarang ini anak muda menjadi sasaran empuk oleh orang-orang yang ingin memgembangkan faham radikalisme dan Torirsme, kita bisa melihat akhir-akhir ini konflik yang dihadapi bangsa saat ini dikarenakan berkembangnya informasi-informasi paham radikalisme terhadap anak muda (mahasiswa) maka atas hal itu lah Seninar Nasional ini kita selenggarakan,” ujar Nurman.

Dalam materinya Kapolres Kampar menampilkan dua video yang menceritakan kondisi yang ada disekitar kita pada saat ini. Video pertama menceritakan tentang  bagaimana anak-anak harus memahi bagaimana tentang perbedaan ras dan budaya  dan pada Video kedua menceritakan bagaiman berita-berita yang ada di dunia maya belum tentu benar beritanya, harus di teliti dan dicermati terlebih dulu beritanya. 

“Didepan saya adalah mahasiswa/i seorang akademisi yang bisa membatu kami dari pemerintahan daerah untuk bisa menjaga anak-anak kita terhindar dari radikal dengan cara menyampaikan kepada anak-anak kita harus paham bahwa kita diciptakan berbeda jangan sampai kita mengkedepankan inteloransi. Itu yang terjadi saat ini terhadap suatu kaum, suku dan agama. Inteloransi ini yang selalu diinginkan oleh orang-orang dan kelompok yang ingin memecah belah kita” Ujar Andri Ananta Yudhistira.

Pada akhir materinya Kapolres menyampaikan pesan, beliau berharap kepada mahasiswa/i betul-betul memanfaatkan kecanggihan teknologi  dengan dibarengi kemampuan rekan-rekan untuk menganalisa, apakah berita ini benar atau tidak benar karena yang terjadi saat ini banyak permasalahan-salahan yang timbul akibat profokasi dari berita bohong, dari berita tidak jelas dan dari berita yang tidak bisa dipertanggung jawabkan.

Sementara itu DANRAMIL 0313 menjelaskan secara singkat arti kata dan upaya untuk mencegah radikalisme. Radikalime yaitu Suatu kelompok yang mengiginkan perubahan-perubahan yang mendasar sampai ke akar-akarnya (extrem). Dan Upaya untuk mencegah radiklisme yang pertama memperkenalkan ilmu pengetahuan dengan baik dan benar; kedua memahamkan ilmu pengetahun dengan baik dan benar; ketiga memanilisir kesenjangan sosial; keempat menjaga persatuan dan kesatuan; kelima mendukung aksi perdamaian dan keenam berperan aktif dalam melaporkan redikalisme dan terorisme; dan ketujuh menyaring informasi-informasi yang didapatkan.

Sedangkan Ahmad Syamsudin dalam paparannya mengatakan bahwa dalam berjuangan jihad itu harus dengan jiwa dan harta. Untuk masuk ke surganya Allah subhanallahu ta'ala itu mudah, kita harus lakukan hal-hal yang di ridoi oleh Allah subhanallahu ta'ala” Ujar Syamsudin.

Sumber : rls

Laporan : Juliardi

Editor : Red

loading...