Azis : Wariskan Budaya Kampar Kepada Generasi Berikutnya

Image
Saturday, 03 February 2018 | 08:08:57 WIB


Bangkinang Kota (nusapos.com)- Dengan adanya dua tenda besar yang berdiri diantara dua jembatan di Bangkinang Kota atau dikenal dengan Bangkinang River Side, Musik Tradisi Calempong Aguong menggema disisi sungai kampar dengan kehadiran masyarakat kampar diantara dua jembatan yang terbentang serta masyarakat yang hadir memenuhi lapangan dan seisi tenda menantikan perhelatan perlombaan Basiacung Ulu Jambau dalam rangka menyambut HUT Kampar Ke 68, Kamis(1/2).


Guna Melestarikan Adat Istiadat Kampar yang selama ini telah berjalan dengan baik agar tidak pudar dimakan zaman dan generasi muda agar lebih memahami makna dari tradisi ini serta tujuan dan ungkapan dalam dialognya, baik yang tersurat maupun yang tersirat penuh makna agar dapat terus berkembang di masyarakat, Panitia pelaksanaan HUT Kampar ke 68 menilai ini adalah sebuah kesempatan yang baik untuk terus mengenalkan tradisi ini kepada masyarakat umum.  


Peserta berasal dari 21 Kecamatan dengan  masing - masing kecamatan mengikutsertakan pesertanya sebanyak  4 - 6 orang per kecamatan, acara ini akan dilaksanakan selama dua hari yakni tanggal  1 - 2 Februari di Bangkinang River Side, Dengan Tema Basiacuong Ulu Jambau.


Bupati Kampar Azis Zaenal hadir untuk membuka acara tersebut didampingi Sekda kampar Yusri, Asisten II Nurbit, Datuk Sartuni beserta Kepala OPD Kampar dan Datuk- Datuk yang juga turut menghadiri acara pembukaan Basiacuong.


Dalam sambutannya Azis zaenal berharap mudah - mudahan budaya masyarakat yang baik ini dapat berkembang di tengah masyarakat dan dapat di wariskan kepada generasi berikutnya.


"Malam ini kita membuka acara Basiacuong Ulu Jambau, kepada Datuok-datuok yang sudah hadir dan mendukung acara ini kami ucapkan terimakasih. Semoga anak - anak dapat mengerti bahwa kita beradat dan adat bersandikan syara, dan syara bersandikan kitabulloh. Adat itu memperhalus, nilai perasaannya tinggi dan menjadikan kita lebih beradab bahkan sampai ke tempat duduk pun diatur."ungkap Azis


Acara ini berlangsung setiap sesi dengan waktu 15 menit untuk setiap kelompok, malam itu bupati kampar menyaksikan secara langsung dialog Basiacuong dari 10 sesi yang berakhir hingga pukul 00.30 malam, keadaan hujan lebat tak juga mengurangi semangat penonton dan peserta yang tampil untuk memberikan penampilan yang terbaik. Azis berpesan yang terbaik kepada masyarakat pada malam itu. 

  

"Tunjukkan lah kebolehan Datuok-Datuok Tunjukkan masyarakat Kampar itu masih utuh dan beradat, supaya kita saling mengenal, saling menyayangi, tinggal bagaimana kita melestarikan adat istiadat. Ini merupakan yang pertama kalinya digelar sepanjang kampar berdiri. dan ini merupakan malam bersejarah. Mungkin kalau di kampung sudah biasa kita dengar, malam ini mari kita dengar dan belajar bersama."ungkap Azis


Dijadwalkan akan datang tamu dari Tapanuli Selatan yang juga akan memeriahkan acara ini, berlaku sebagai juri penilai Imam Dt Rajo Malano dari Airtiris/13 Koto, Abas Gudang Dt Simarajo dari Petapahan, Zamasari Dt Sati dari Gunung Malelo, Abu Nawas Dt bagindo dari Kuntu, Yunizar, SPd Dt Paduko Simarajo dari kuok. unsur penilaian adalah penampilan dan busana (adab),ekspresi,penghayatan dan tata bahasa, kemampuan mengatur irama,tempo dan dinamik dalam mengucapkan kalimat, kemahiran, kelancaran dan ketepatan pengucapan kalimat, penguasaan,perbendaharaan kata dalam menyusun kalimat.

Sumber : Diskominfo Kampar/DAT

Laporan : Juliardi

Editor : Red

loading...

Whoops, looks like something went wrong.