Surau TV

Banner

Warga Terantang Mengamuk, 3 Kantor Barak Pekerja Di Bakar

Image
Monday, 25 April 2016 | 00:37:33 WIB


TAMBANG- Masyarakat Desa Terantang  Kecamatan Tambang mengamuk.  Pasalnya KUD Iyo Basamo yang di pimpin Hermayanis ini memanen sawit tanp izin warga.ima, masyarakat akhirnya mengamuk dan membakar kantor serta 3 barak pekerja,  Sabtu (23/4) malam.

Kapolres Kampar, AKBP Ery Apriyono Sik melalui Paur Humas Polres Kampar, Iptu Deni Yusra membenarkan kejadian ini,  " benar,  sekarang suasana sudah kembali normal dan terkendali, " ujarnya.

Namun anggota terus lakukan penjagaan disana,  sampai disana benar-benar aman, " dan untuk peristiwa ini nihil korban jiwa, " jelasnya.

Ditambah Deni,  kejadian ini bermula massa yg tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli Terantang (FMPT) menerima info bahwa pihak KUD yang dipimpin oleh Hermayalis beserta ketua kelompok tani sebanyak lebih kurang 15 orang melakukan pemanenan TBS dengan mendatangkan tenaga pengamanan bayaran sekitar 30 orang.

Mendengar hal tersebut massa dengan spontan berkumpul di pasar Terantang dan berangkat ke lokasi KUD Iyo Basamo dengan menggunakan sepeda motor.Sekira pukul 17.00 wib massa FMPT tiba di jembatan sungai Iye Dusun III Pantai Pulau Desa Terantang dan dihadang oleh tenaga pengaman yg di sewa oleh pihak KUD Iyo Basamo.

Saat itu,  Massa FMPT dan pihak pengaman saling membawa peralatan kebun berupa kayu dan parang, namun dikarenakan kalah jumlah maka tenaga pengaman melarikan diri ke arah kebun sekitar areal kantor KUD.

Sekira pukul 18.00 wib massa FMPT langsung menuju ke lokasi galian jalan yang di blokade untuk memastikan kebenaran tentang penimbunan yg dilakukan oleh kelompok KUD dan ternyata memang benar telah di timbun.

Melihat hal ini massa FMPT menjadi emosi dan selanjutnya bergerak ke arah kantor KUD Iyo Basamo.Dengan spontan melampiaskan emosinya dengan melakukan pembakaran yang dimulai dari seluruh barak, kantor KUD, ruangan genset dan api dengan cepat menghanguskan bangunan yang terbuat dari bahan kayu itu.(fr/rls)

Sumber :

Laporan :

Editor : 0

loading...